TERMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA KEBLOG SAYA TOLONG SARANYA ATAS BOLG INI

BERITA GOOGLE

Loading...

Rabu, 02 Mei 2012

PENGERTIAN MENULIS NARASI


a.    Pengertian Narasi
”Narasi adalah bentuk wacana yang berusaha mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa sehingga tampak seolah-olah pembaca melihat atau mengalami sendiripe­ristiwa itu” (Keraf, 2007:135). Suatu peristiwa atau suatu proses dapat juga disajikan dengan mempergunakan metode deskripsi. Oleh karena itu narasi sulit sekali dibedakan dari deskripsi. Sebab itu, mesti ada unsur lain yang diperhitungkan, yaitu unsur waktu. Dengan demikian pengertian narasi itu mencakup du unsur dasar.Unsur yang terpenting dalam sebuah narasi adalah unsur perbuatan atau tindakan yang terjadi dalam suatu rang­­kaian waktu.
Apa yang telah terjadi tidak lain daripada tindak-tanduk yang dilakukan oleh orang-orang atau tokoh-tokoh dalam suatu rangkaian waktu. Bila deskripsi meng­gambarkan suatu objek secara statis, maka narasi mengisahkan suatu kehidupan yang dinamis dalam suatu rangkain waktu.
Menurut Novi.R (2010:132) karangan narsi adalah karangan yang menyajikan serangkaian pristiwa.Narasi mementingkan urutan kronologis dari suatu peristiwa atau kejadian serta masalah.Pengarang bertindak sebagai seorang sejarahwan atau tukang cerita.
Berdasarkan uraian di atas narasi dibatasi sebagai bentuk tulisan yang bertujuan menyampaikan atau menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman yang dialami manusia berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu.Atau dapat juga dirumuskan narasi adalah suatu bentuk wacana yang berusah dengan sejelas-jelasnya kepada pem­baca suatu peristiwa yang telah terjadi.Narasi dibagi menjadi dua, yaitu narasi ekspositoris dan narasi sugestif.
b.      Narasi Ekspositoris
Narasi ekspositoris bertujuan untuk menggugah pikiran para pembaca untukme­ngetahui apa yang dikisahkan. Sasaran utamanya berupa perluasan pengetahuan para pem­baca sesudah membaca kisah tersebut.Sebagai sebuah bentuk narasi, narasieks­positoris mempersoalkan tahap-tahap kejadian, rangkaian-rangkaian perbuatan ke­pada para pembaca atau pendengar.Runtun kejadian atau peristiwa yang disajikan untuk me­nyampaikan informasi untuk memperluas pengetahuan atau pengertian pembaca, tidak perduli apakah disampaikan secara tertulis ataupun lisan.
Narasi ekspositoris dapat bersifat khas atau khusus dan dapat pula bersifat generalisasi. Narasi yang bersifat generalisasi adalah narasi yang menyampaikan suatu proses yang umum, yang dapat dilakukan siapa saja, dan dapat pula dilakukan secara ber­ulang-ulang. Dengan melaksanakan tipe kejadian itu secara berulang-ulang, maka se­seorang dapat memperoleh kemahiran yang tinggi mengenai hal itu.Sedangkan narasi yang bersifat khusus adalah narasi yang berusaha menceritakan suatu peristiwa yang khas, yang hanya terjadi satu kali. Peristiwa yang khas adalah peristiwa yang tidak dapat diulang kembali, karena ia merupakan pengalaman atau kejadian pada suatu waktu tertentu saja.
c.       Narasi Sugestif
Narasi sugerti berusaha memberi makna atas peristiwa atau kejadian itu sebagai suatu pengalaman.Karena sasarannya adalah makna peristiwa atau kejadian itu, maka narasi sugestif selalu melibatkan daya khayal (imajinasi).Narasi segestif merupakan suatu rangkaian peristiwa yang disajikan sekian macam sehingga merangsang daya khayal para pembaca. Pembaca dapat menarik suatu makna baru diluar apa yang di­ungkapkan secara eksplisit. Sesuatu yang eksplisit adalah suatu yang tersurat mengenai objek atau subjek yang bergerak dan bertindak, sedangkan makna yang baru adalah se­suatu yang tersirat.Semua obyek dipaparkan sebagai suatu rangkaian gerak, kehidupan para tokoh dilukiskan dalam satuan gerak yang dinamis, bagaimana kehidupan itu ber­ubah dari waktu ke waktu. Makna yang baru akan dijelaskan dipahami sesudah narasi itu dibaca, karena ia tersirat dalam seluruh narasi itu.
Dengan demikian narasi tidak berceritera atau memberikan komentar mengenai se­buah cerita, tetapi ia justru mengisahkan suatu cerita atau kisah. Seluruh kejadian yang disajikan menyiapkan pembaca kepada suatu perasaan tertentu untuk mengahadapi suatu peristiwa yang berada di depan matanya. Narasi menyediakan suatu kematangan mental.Kesiapan mental itulah yang melibatkan para pembaca bersama perasaannya, bahkan melibatkan simpati atau antipati mereka pada kejadian itu sendiri.Inilah makna yang tersirat dalam seluruh rangkaian kejadian itu.