TERMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA KEBLOG SAYA TOLONG SARANYA ATAS BOLG INI

BERITA GOOGLE

Loading...

Sabtu, 07 April 2012

PEMBELAJARAN VOLUME DAN LUAS BANGUN RUANG (TABUNG, KERUCUT DAN BOLA)


Dewasa ini pembelajaran tentang Geometri dapat mengembangkan pemahaman siswa terhadap dunia sekitar. Bukan hanya kemampuan tentang pengenalan bangun datar, namun kemampuan tentang bangun ruang sudah dikenalkan kepada siswa sejak usia sekolah dasar sampai menginjak sekolah menengah, melalui pendekatan pembelajaran yang cocok dengan perkembangan dan tahap berpikir mereka.
Siswa akan lebih tertarik untuk mempelajari bangun ruang jika mereka terlibat secara aktif dalam kegiatan individu atau kelompok berkenaan dengan pengetahuan bangun ruang. Salah satu bentuk kegiatan yang dapat diberikan kepada siswa adalah pengukuran. Keterlibatan aktif siswa dengan alat pengukuran dalam kehidupan sehari-hari adalah hal penting dalam membantu siswa untuk memahami konsep pengukuran. Kegiatan pengukuran membutuhkan interaksi siswa dengan lingkungannya.
Pada tingkat sekolah menengah pertama, guru hendaknya melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan pengukuran sehingga siswa memahami konsep pengukuran dan mengembangkan kemampuan dalam menggunakan alat untuk mengukur benda di lingkungan sekitar anak. Pengukuran yang akan dikembangkan dalam penelitian ini adalah pengukuran volume bangun ruang sisi lengkung.
Adapun tahapan-tahapan pembelajaran bangun ruang untuk meningkatkan penguasaan konsep volume dan luas (tabung, kerucut dan balok) dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Pengertian  Bangun Ruang (Tabung, Kerucut dan Bola)
a.       Pengertian Tabung
Tabung merupakan bangun ruang yang dibatasi oleh sebuah bidang, dua diantaranya merupakan bidang datar erbentuk lingkaran yang kongruen dan yang lain adalah bidang lengkung
b.      Pengertian Kerucut
Suatu bangun ruang yang dibatasi oleh dua bidang, yaitu satu bidang alas berbentuk lingkaran dan satu bidang lengkung sebagai sisi tegaknya atau selimutnya
c.       Pengertian Bola
Bola adalah bangun ruang yang dibatasi oleh sebuah bidang lengkung semeikian, sehingga bidang lengkung tersebut mempunyai jarak yang sama terhadap sebuh titik tertentu (pusat bola).

2.      Konsep Volume dan Luas (Tabung, Kerucut dan Bola)
Pada fase eksplorasi melalui pendekatan kontekstual guru menyediakan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasan yang dapat menimbulkan perdebatan, kemudian siswa diajak untuk berfikir tentang macam-macam bentuk geometri utamanya bentuk bangun ruang. Setelah itu guru menyuruh siswa untuk menyebutkan berbagai macam benda yang memiliki ruang atau bangun ruang.
Langkah terakhir adalah aplikasi konsep. Pada fase ini guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memantapkan konsep dengan mengerjakan soal-soal luas tabung sesuai dengan konsep yang telah dipelajari. Siswa mengemukakakn permasalahan yang muncul berkaitan dengan konsep, dan siswa menyelesaikan soal-soal yang bervariasi sesuai dengan konsep yang telah dipelajarainya. Dari beberapa langkah tersebut keterlibatan guru dalam memberikan arahan dan bimbingan diminimalkan, bantuan diberikan apabila siswa membutuhkan. Sehingga siswa dapat menemukan sendiri konsep volume dan luas bangun (tabung, kerucut dan bola) dari pengalaman dan pengetahuan awal yang telah dimilikinya.
Kegiatan diatas, bertujuan untuk melacak tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang sedang dipelajarinya. Guru dapat mengajukan berbagai macam pertanyaan atau memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan ide atau pendapat, baik cara berpikirnya dalam memanipulasi benda konkret maupun cara siswa menemukan jawaban. Fenomena yang dialami siswa tersebut, akan menjadi unsur penting pada diri siswa dalam mengkonstruksi pengetahuannya sendiri terhadap materi volume dan luas bangun ruang sisi lengkung
Dalam kerangka ini, sangat penting bahwa siswa dimungkinkan untuk mencoba bermacam-macam cara yang cocok sesuai dengan pengetahuan yang telah dimilikinya. Guru tinggal membantu menyiapkan fasilitas dan mengarahkan dengan cara menciptakan bermacam-macam situasi serta memberikan motivasi, agar siswa sendiri yang mengkonstruksi pengetahuannya.